Tuan Takur menjelaskan beberapa alasan kenapa harus Muhammad Nazar, yang saat ini menjadi Ketua (MTP) Majelis Tinggi Partai Soliditas Independen Rakyat Aceh (SIRA) adalah karena ia memang sangat mampu dan memiliki kelebihan kepemimpinan, sangat cerdas dan berani, bahkan pada usia sangat muda dulu mampu menjalankan tugas sebagai itu sebagai Wakil gubernur yang sangat hebat ketika berpasangan dengan Irwandi Yusuf pada 2007-2012 lalu. Nazarlah yang memulai ide-ide baru dalam pembangunan Aceh pasca konflik sehingga kemudian bersama Irwandi lahirlah program JKA, Badan Dayah Aceh, dayah perbatasan, beasiswa anak yatim, beasiswa S1 sampai S3 di dalam dan luar negeri dan lain-lain. Padahal jumlah dana APBD saat itu jauh lebih sedikit dibandingkan periode Zaini Abdullah-Muzakkir Manaf maupun Nova Iriansyah.
“Semua pemerhati pembangunan dan masyarakat sudah tahu jika Bang Nazar punya kemampuan dan talenta yang sangat bagus.
Aceh butuh Gubernur yang berfikir tentang kerakyatan dan pembangunan yang tepat, juga ia sangat mencintai dan berideologi keacehan dalam memimpin Aceh.”




