Kondisi seperti ini sudah dialaminya selama 17 tahun, sejak pindah dari Sagatani karena berkeluarga.
“Tiga jam itupun kita gunakan untuk yang penting-penting seperti untuk makan, anak belajar dan nonton televisi. Tapi jam 22.00 WIB, mati karena BBM nya habis,” ujarnya. (MIZAR)




