Ia mengatakan, anak dan pacarnya sempat ditutup matanya sembari merampas barang berharga milik korban.
“Anak saya (Dn) selama di mobil ditutup matanya,” ucapnya, Rabu (1/6/2022).
Ia juga menjelaskan bahwa korban Hn terlebih dahulu dibuang di kawasan Sungai Pinang, Ogan Ilir.
“Korban Hn harus menempuh perjalanan hingga ditolong warga dan diantarkan ke rumahnya di Sungai Pinang,” ujarnya.
Sementara Dn berhasil melarikan diri di kawasan Desa Penyandingan, OKI. Korban berhasil melarikan diri ketika salah satu pelaku merampas kalung miliknya.
“Saya berjalan di kawasan hutan, lalu ada orang yang mengantarkan saya ke rumah Kades Penyandingan,” ujar Dn, Rabu (1/6/2022).
Dn mengatakan, ia meminta tolong dan diantarkan pulang oleh Kades Penyandingan ke rumahnya di Kelurahan Jua-jua, Kayuagung.
“Kami dipaksa masuk dan ditutup mata sembari dipaksa menyerahkan barang berharga milik kami,” ucapnya.
Ia juga mengatakan, pacarnya lebih dulu dilempar keluar mobil di hutan karet kawasan Sungai Pinang.
“Terakhir memaksa saya untuk menyerahkan kalung dan memukul muka saya. Saat itulah kesempatan saya melarikan diri,” ucapnya.
Dari korban, keenam pelaku berhasil membawa kabur dua buah telepon seluler, uang, kalung dan satu buah motor Yamaha Vixion.




