Oleh karena itu dalam menghadapi permasalahan tesebut tentunya Polri khususnya Polda Sumsel dan jajaran tidak dapat bekerja sendiri dalam menanggulangi dan meminimalisir permasalahan yang terjadi.
“Untuk itu kita mengajak pemerintah daerah, para ulama dan stakeholder hingga berbagai elemen masyarakat lainnya untuk ikut serta dalam rangka penguatan pancasila sebagai ideologi negara,” jelasnya.
Dirinya menuturkan, bahwa di wilayah Sumsel untuk situasi Kamtibmas secara umum dalam keadaan aman dan kondusif. “Hal ini dapat kita lihat dari roda pemerintahan dan pembangunan yang dapat berjalan dengan lancar,” ungkapnya.
Oleh karena itu pemerintah telah menyiapkan upaya dan strategi penguatan ideologi pancasila, meredukasi paham intolerancdan radikalisme demi terwujudnya situasi Kamtibmas yang kondusif.
“Tetapi hal ini kita pandang masih perlu sinergitas antar lembaga masyarakat dan ormas untuk menghasilkan kebijakan yang dapat diakomodir oleh seluruh masyrakat,” aku dia.
Untuk peserta FGD sendiri yakni lima orang dari Organisasi Pemuda Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sumsel, lima orang dari GP Ansor Sumsel, lima orang dari Organisasi MPW Pemuda Pancasila (PP) Sumsel, lima orang dari Organisasi Pemuda Mapancas Sumsel dan lima orang dari Front Pembauran Kebangsaan (FPK) Sumsel.




