Sedangka untuk penangan covid-19 di Polda Sumsel merupakan keberhasilan intelijen dengan berkolaborasi dengan fungsi dan instansi terkait. “Saya berharap Intelijen mampu merespon segala perubahan yang terjadi di wilayah sumsel dan berikan langkah, saran, rekomendasi yang di perlukan oleh pimpinan, terus lakukan kolaborasi dengan fungsi intelijen laiinya,” aku dia.
Untuk isu Penggunaan senjata api, amunisi yang digunakan terkait personel polri yang tertembak seperti di Kabupaten OKI dan Mura dengan kejadian tersebut dilihat dari amunisi yang digunakan merupakan organik Polri, agar terhadap personel polri dilakukan pendataan amunisi, uji balestik senja api sebagai langkah pencegahan.
Sedangkan terkait Narkoba merupakan isu di Sumsel yang perlu mendapat perhatian yang mempunyai dampak luar biasa agar intelijen dapat berperan dalam permasalahan peredaran narkoba maupun lainnya.
Sementara itu, Direktur Intelkam, Kombes Pol Iskandar F Sutisna SIK M Si menambahkan, bahwa dalam kegiatan ini peserta yang mengikuti Rakernis Fungsil Intelkam sebanyak 80 Peserta yang terdiri dari Para Kasat Intelkam Polda Sumsel, Kasi Intelmob Polda Sumsel, Kasi Lidik Ditpolairud Polda Sumsel, dan Kaurmintu / Kanit Intelkam Polres Jajaran Polda Sumsel.




