Lebih lanjut, kata Akerina, ada banyak hal yang ingin saya disampaikan, namun yang terpenting sekali semangat persekutuan dan penatalayanan bergereja yang saling berbagi kasih, tolong menolong dengan sesama karena itulah hukum yang pertama dan terutama. “Jadilah umat yang bersekutu dan melayani sesama.” ujar Akerina menambahkan.
Diakhir sambutannya, Orang nomor satu di SBB itu menitipkan pesan untuk basudara semua agar momentum kebersamaan selaku gereja orang basudara saat ini, terjalin nilai-nilai positif dalam hidup persekutuan serta ikatan kebersamaan lintas etnis, umat beragama, dan sesama warga masyarakat di kabupaten Seram Bagian Barat.
Berbagi rasa, bahu membahu, kebiasaan hidup yang baku dukung, baku bantu, baku suara, sehingga terjalin keberhasilan pembangunan gedung kantor klasis yang megah ini,
Hindarilah budaya minong bicara banyak, baku bogor, bakalai, harap gampang, malas berusaha, ciptakanlah hidup yang rukun dan damai untuk tetap.” pungkas Bupati menutup. (Rad).




