“PMK sudah terkendali di Aceh. Mari kita membangun persepsi publik bahwa PMK ini selesai dapat diatasi dengan suntikan, obat-obatan dan vitamin yang dapat meningkatkan imunitas hewan ternak,” kata Pak SYL saat memipin gelaran Rapat Koordinasi (Rakor) siang tadi.
Mentan SYL menyebut PMK itu seperti Covid-19 nya hewan yang juga ada masa inkubasi 14 hari. Sesudah masa inkubasi berakhir akan sembuh.
“PMK banyak yang kena dan banyak sembuh. Di Jawa Timur dari 1.300-an kasus PMK, hanya 33 ekor sapi yang mati. Itu pun karena kita terlambat intervensi. Padahal setelah disuntik tiga suntikan, diberi obat sembuh. Tadinya merangkak karena panas tubuh naik dan ingusnya sudah hilang,” ulasnya
Mentan SYL menyadari seluruh sapi harus divaksin untuk pencegahan PMK. Ia percaya Aceh dapat mengendalikan dan menanggulangi PMK, karena ada kerja sama provinsi dengan kabupaten dan kolaborasi yang apik bersama seluruh Forkopimda dan seluruh jajaran di bawahnya.
“Yang perlu disosialisasikan PMK ternak tidak menular ke manusia. Sapi yang terpapar PMK dagingnya bisa dan layak dikonsumsi. Kecuali daging di area mulut dan jeroan itu dibakar,” ungkapnya lagi.




