Wahyu juga mengatakan pengerjaan galian pipa dan pemasangan pipa dilakukan dengan pemotongan kawat bronjong tanggul sungai daerah aliran sungai (DAS) agar pipa gas bisa di pasang, ironis nya sampai sekarang sudah satu bulan lebih tidak dilakukan lagi pemasangan kawat bronjong dan dibiarkan begitu saja sehinga mengakibatkan banjir pada hari ini selasa tanggal 3 mei 2022, akibatnya pipa gas ada yang bocor sehingga membahayakan warga sekitarnya.
Kurang nya risk analisis manajemen perusahaan sesuai dengan keputusan menteri pertambangan dan energi .no.300K/38/MPE/1997 Tentang Keselamatan kerja.
Tidak adanya Marka atau rambu berupa tulisan yang jelas tentang peringatan berbahaya tentang pengerjaan aluran pipa gas dan tidak memuat nama perusahaan dengan alamat dan nomor telepon yang diletakan dilokasi agar mudah dilihat.
Terkait masalah ini kami selaku masyarakat dan juga ketua gemantara kota langsa meminta kepada Intansi yang berwenang supaya segera menyelesaikan pengerjaan proyek ini secepat nya
Agar tidak berlanjut lagi kebocoran gas yang terulang lagi, agar tidak membahayakan masyarakat sekitarnya dan umumnya.




