Dia menyebutkan selama bulan Ramadan, umat muslim diwajibkan untuk berpuasa, menahan hawa nafsu dan memperbanyak ibadah. Tidak terlalu banyak tidur, namun tetap bekerja dengan baik saat berpuasa.
Selain itu juga mengurangi perilaku- perilaku buruk yang dulu sering dilakukan saat sebelum berpuasa.
Oleh karena itu setelah puasa Ramadan berakhir, terdapat hikmah serta keutamaan dari arti Idulfitri dalam Islam, seperti: Kemenangan Melawan Hawa Nafsu, katanya
Saat puasa berakhir, Allah SWT memerintahkan kepada umat muslim untuk merayakannya. Ini menjadi bentuk syukur bahwa selama satu bulan, umat Islam mampu mengendalikan diri dari hawa nafsu. Puasa telah menjadi menjadi alternatif yang diberikan oleh Allah SWT belajar menjauhi perbuatan buruk. Merayakan keberhasilan menahan hawa nafsu ini menjadi makna dan arti Idulfitri. imbuhnya.
Kembali ke Fitrah

Karena menjadi momen kembali ke fitrah, banyak arti Idulfitri adalah sebagai momen pengembalian diri seolah seperti bayi yang suci dan baru dilahirkan.
Dari Abu Hurairah RA berkata, Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya: “Barang siapa yang berpuasa karena iman dan mengharap pahala (dan ridha Allah), maka niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR Muttafaq ‘alaih)
Baca Juga: Jelang Idul Fitri, Tengok Ide Hampers Lebaran Menarik untuk Keluarga dan Kerabat!
Tukasnya




