Menurut dr.H.Edison Stephen, MM, Ketua IDI Cabang Labuhanbatu, diskusi seperti ini yang sangat kita harapkan bisa dilakukan secara rutin dan terstruktur, agar persoalan ini bisa dipecahkan bersama. Karena persoalan ini tidak hanya menjadi tanggungjwab orang-orang di bidang Kesehatan. “Kita harus melibatkan pihak lain yang juga ikut bertanggungjawab menurunkan AKI AKB ini”.
Hal ini juga diaminkan oleh Ketua IBI Labuhanbatu, Hj.Ernawati Kamal, SKM.MKM yang juga mendorong fasilitas kesehatan terutama milik pemerintah juga senantiasa memperbaki pelayanan agar dapat bersaing dengan fasilitas swasta.
Sisi lain yang menarik perhatian peserta pada saat Syafrimet menyampaikan progress dan kinerja fasilitas dampingan KBPP Pilihan. Secara umum target untuk meningkatkan konseling KBPP sudah jauh meningkat pasca dilakukan pelatihan KBPP. Demikian juga dengan cakupan KBPP untuk berbagai alat kontrasepsi baik jangka panjang maupun non Jangka panjang. Sebagai catatan pertemuan adalah masih rendahnya minat ibu bersalin untuk menggunakan alat kontrasepsi IUD untuk KBPP. Walaupun dari berbagai metode, IUD dan Impan merupakan metode yang paling efektif untuk kategori jangka panjang.




