Kisah lain juga datang dari Ibu Rojiati (56), sudah lama menjanda kini ia berjuang seorang diri dengan berjualan sayur keliling dari satu rumah ke rumah yang lain, saat ini ia menghidupi seorang anaknya yang sedang menempuh pendidikan di salah satu pesantren.
Tak mau bersedih, ia juga tetap berusaha menyediakan daging meugang untuk putri tercintanya.
“Kalau anak orang lain bisa menikmati daging meugang, anak saya juga harus bisa mencicipinya walaupun tidak banyak, saya tidak akan membiarkan anak saya bersedih, orangtua mana yang sanggup melihat anaknya duduk disudut rumah sedangkan teman-temannya penuh kegembiraan menyantap daging meugang yang dibawa oleh orangtuanya”, Tutup Bu Rojiati sambil menenteng daging meugang yang baru saja ia dapatkan di kegiatan ini. (Wartawan Wiwin Hendra)




