Sebelumnya, Bupati Mursil meminta Disnakertrans membuka satu kelas pelatihan khusus untuk alumni dayah. Dirinya berharap melalui program ini, industri di Aceh Tamiang di masa depan akan lebih islami sekaligus memberi kesempatan santri untuk menjadi pengusaha.
Bupati Mursil mengaku, ia mendapat inspirasi ini ketika berada di Mekkah dan melihat semua aktivitas pekerjaan berhenti ketika azan berkumandang.
“Kalau ini berjalan, maka Tamiang akan diisi pekerja-pekerja islami. Tidak ada lagi aktivitas ketika azan berkumandang,” pungkas Mursil. (Wartawan Wiwin Hendra)




