“Untuk itu kita perlu melakukan deteksi dini dalam kontek mewaspadai potensi- potensi yang dapat munculnya kelompok radikal,” bilang Zulkarnaini.
Dia menyebutkan, acara Kopi Aceh Damai yang digelar Kesbangpol Aceh adalah bentuk upaya pencegahan hal tersebut. Maka dari itu dihadirkan organisasi masyarakat dan LSM yang diharap dapat menjadi agen untuk pencegahan ini.
Lebih jauh, Zulkarnaini menguraikan ada beberapa point yang dianggap perlu menjadi perhatian bersama untuk mencegah munculnya radikalisme dan terorisme, seperti melindungi keluarga kita dengan memberi pemahaman ajaran agama yang benar.
Kemudian, memperkuat silaturahmi di lingkungan masing- masing. Perkuat masyarakat kita agar memiliki resistensi yang kuat dalam menghadapi serbuan paham-paham radikal dan kekerasan.
“Pendidikan yang baik, serta pemahaman agama yang benar memiliki peran yang penting dalam mengantisipasi dan menangkal Paham Radikal di masyarakat,” sambungnya.
Lanjut Zulkarnaini, teruslah menyampaikan berita yang benar dan menyejukkan, bukan berita bohong dan provokatif. Serta, menumbuhkan kepedulian di lingkungan kita terhadap sesama untuk saling menjaga keamanan, karena keamanan merupakan tanggung jawab kita bersama.




