Emil membandingkan dengan Amerika Serikat yang warganya tidak pernah makan tempe. Tapi petaninya menanam kedelai.
“Kita jangan bergantung terus pada komoditas impor dari luar negeri,” ungkapnya.
Melalui jaringan kemandirian pangan, Emil mengatakan DPD Jaman Jatim bisa ambil posisi terhadap harga cabai rawit yang harganya kerap kali tinggi di pasaran.
Sementara itu, Sekretaris DPD Jaman Jatim Zainuddin menjelaskan bahwa jaringan kemandirian pangan sedang digagas setelah terlebih dahulu terbentuk rumah pangan di seluruh DPK wilayah Jatim.
“Jadi sebelumnya kami telah membentuk rumah pangan di tiap DPK Jaman wilayah Jatim. Dari rumah-rumah pangan itu, sekarang kami gagas jaringan pangan. Tujuannya untuk menstabilkan harga-harga kebutuhan yang sedang naik,” katanya.
Sebelum dikonsolidasikan kepada para pengurus DPK Jaman se-Jatim, jaringan pangan telah bergerak dengan menjual minyak goreng murah kepada masyarakat di sejumlah daerah kabupaten/ kota.
“Setelah dikonsolidasikan ini, jaringan pangan Jaman di wilayah Jatim tak lama lagi kami akan segera kita launching,” tandasnya. (M.Tahan)




