‘’Terbukti pagar sekolah tersebut telah roboh. Pagar itu dibangun pada bulan Oktober 2022,dan roboh dibulan Januari 2022 lalu.’’tandasnya.
Proyek yang dikerjakan hanya mengejar keuntungan semata, apalagi ini proyek aspirasi dewan. Seharusnya proyek dikerjakan dengan mengutamakan kualitas agar dapat bertahan sampai puluhan tahun. Akibat mengabaikan kualitas pekerjaan sehingga terbuti belum cukup dua tahun pagar tersebut roboh.
‘’ Seharsunya kualitas pekerjaan yag diutamakan, bukan diabaikan untuk mengejar keuntungan dari proyek yang dikerjakan.’’katanya.
Dengan masalah ini, saya berharapa dikemudian hari tidak akan lagi terjadi, dan ini seharusnya menjadi satu pelajaran bagi wakil ketua dewan La Nyong agar lebih mengutamakan kualitas suatu proyek, dan mengawasi setiap pekerjaan yang ada.
‘’Apalagi tugas wakil rakyat salah satunya adalah sebagai pengawasan.’’pungkasnya.
Hingga berita ini dinaikkan, wakil ketua DPRD SBB La Nyong belum dapat dikonfrimasi terkait kebenaran pemilik proyek aspirasi tersebut.( rad)




