Untuk pimpinan kelompok di Aceh adalah H (telah meninggal dunia) dan Abu Daod yang berasal dari Meulaboh, Aceh Barat.
Darmi juga menghubungi Murdani agar datang ke kebun cabai miliknya di Desa Mali, Kecamatan Sakti, Pidie, Aceh.
Darmi mengaku dalam percakapan lewat ponsel,ingin membicarakan sesuatu secara langsung, Sehari berselang, Murdani datang menemui Darmi.
Di sanalah Darmi menyampaikan keinginannya untuk membangkitkan konflik kembali agar Aceh bergejolak.
Setelah dua bulan berselang, Darmi dan Faisal datang ke Meulaboh untuk menemui Abu Daod pada Juni 2021.
Dalam pertemuan itu, Darmi mendapatkan mandat dan dibaiat sebagai Ketua Komando Wilayah Pidie. Sebulan setelah Darmi menjadi pimpinan wilayah Pidie, Murdani datang ke kebun Darmi untuk merealisasikan rencana tersebut.
Murdani juga menyerahkan satu magasin senjata api laras panjang jenis AK serta 20 butir peluru aktif. Barang-barang itu selanjutnya disimpan Darmi di gubuk bambu di kebun cabai miliknya.
Dalam kasus penembakan Kapten Abdul Majid terjadi di Jalan Lhok Krincong Gampong Lhok Panah, Kecamatan Sakti, Pidie. Peristiwa maut ini terjadi pada Kamis (28/10/2021), pukul 17.15 WIB.




