Sambungnya, terkait klaim bahwa JKA itu adalah dicetus oleh Partai Aceh, silahkan saja. Pihaknya tidak mau memperdebatkan klaim tersebut untuk pencitraan politik itu.
“Semua orang juga tau bagaimana kami susun dan rancang JKA itu, ketika Irwandi-Nazar menang melawan Humam-Hasbi (H2O) pada PilkaSambung MTA, Mualem tidak perlu susah-susah jika ingin mempertahankan JKA, apalagi ditangan Ketua DPR Aceh yang baru, tentu masih memiliki energi dan semangat semangat baru.
“Perintahkan saja Ketua DPRA baru yang juga merangkap sebagai Ketua Banggar DPRA untuk mengembalikan Rp900 milyar anggran JKA yang dialihkan mereka ke program Pokir,” tandasnya.
Ini lebih startegis, tambah MTA, ketimbang membangun politik “NATO” standar ganda. Dan memerintahkan Dewan agar hentikan evaluasi JKA, itu lebih bijak. Ketimbang membangun narasi kemunafikan di atas penderitaan rakyat.
Lanjutnya lagi, jika pernyataan tersebut hasil improvisasi oleh Jubir Partai, maka layak diusulkan dia menjadi jubir NATO pada masa hadapan.




