Amiruddin menjelaskan bahwa yang sebenarnya boleh mengantri itu hanya masyarakat yang di berikan kupon, namun yang terjadi di lapangan warga yang tidak mendapat kupon pun ikutan mengantri .
“Disitulah masalah nya, seharusnya yang mengantri itu yang mendapat kupon saja,mungkin itu juga terjadi karena masyarakat membutuhkan, makanya mereka memanfaatkan momen itu,”tutur nya. (Wartawan Hendra)



