Berdasarkan hasil Work, Program dan Budget (WP&B) 2022 yang ditetapkan, SKK Migas berusaha mengawal agar realisasi lifting tahun 2022 dapat di atas 703 ribu BOPD untuk minyak dan 5.800 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) untuk gas.
“Kita berupaya untuk melaksanakan kegiatan yang masif, agresif dan efisien serta bertekad, tahun 2022 no decline produksi migas nasional,” katanya.
Tahun 2017 – 2020, Pemerintah telah menetapkan target produksi Lifting Migas untuk Minyak Mentah adalah sebesar 755815ribu BOPD dan Gas sebesar 6.6401,191 BOEPD MMSCFD.
Saat ini SKK Migas terus berupaya memenuhi target tersebut untuk memberikan kontribusi bagi Negara.
Selain masih menyumbang sekitar 18% dari total penerimaan Negara dalam APBN, sektor ini juga memiliki peranan penting bagi pembangunan daerah, diantaranya adalah Dana Bagi Hasil (DBH), Participating Interest 10%, Pajak Daerah & Retribusi Daerah (PDRD), Bisnis Penyedia Barang & Jasa Lokal, Tenaga Kerja Lokal.
Kemudian Tanggung Jawab Sosial (TJS) / Corporate Social Responsibility (CSR), Penggunaan Fasilitas Penunjang Operasi oleh Masyarakat (Bandara), Pasokan gas untuk kelistrikan di daerah, Pasokan gas untuk bahan bakar industri, Pasokan gas untuk bahan baku industri turunan
“Dukungan ini kita harapkan dapat mencerminkan kehadiran industri migas di daerah Indonesia,” tambahnya.




