” Ya faktanya, kalau nelayan melaut, maka perekonomian daerah pun bergerak, pasar bergairah, karena ada uang yang beredar di pasar, artinya itu sangat mendukung kehidupan lainnya, jadi sudah sepantasnya nasib nelayan dan keluarganya dijadikan perhatian prioritas, bukan malah termarjinalkan dan kandas,” cetus pengkritik yang dikenal concern dengan isu kemiskinan, pengangguran, demokrasi dan hak asasi manusia itu.
Dia menilai kehidupan nelayan selama ini belum terperhatikan dengan baik sebagaimana mestinya, apalagi nasib pendidikan dan kesejahteraan anak – anak nelayan yang mungkin tidak sepenuhnya terpantau dengan baik.
” Meski mereka pahlawan ekonomi bagi daerah, tapi sepertinya nasib mereka dan anak – anak mereka belum tentu terupdate dengan baik, sehingga masih jauh dari kata adil dan sejahtera,” ungkap Ketua Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Provinsi Aceh tersebut.
Ronny juga mendesak pemerintah dan pihak terkait lainnya lebih serius lagi menggenjot sektor perikanan dan kelautan, terutama berbagai fasilitas yang dibutuhkan dan bertujuan pada kesejahteraan nelayan dan masyarakat luas.




