Di Balai Pangudi Luhur Bekasi, Yudha mendapatkan berbagai pelatihan keterampilan (vocational) kewirausahaan seperti beternak lele dan ayam, membuat kompos dan motivasi perubahan perilaku agar bisa bekerja di segala bidang.
Kemensos melalui Balai Pangudi Luhur pun tidak melepas Yudha begitu saja setelah selesai mengikuti pelatihan, melainkan juga menyalurkan dirinya ke sebuah pengelola apartemen di Bekasi.
Hasil asesmen di awal masuk balai tercatat Yudha memiliki penghasilan memulung rata-rata Rp 15-30 ribu per hari. Tapi setelah bekerja di kantor apartemen sangat drastis berubah dimana ia menerima gaji Rp 5 juta per bulan.
“Saya sangat berterima kasih kepada Bu Risma yang telah mengangkat derajat hidup dari jalanan sebagai pemulung menjadi pegawai kantoran seperti saat ini, ” ujar Yudha, berkaca-kaca.
Ia berjanji tidak akan melupakan para pembimbing, teman-teman yang sama-sama berjuang merubah nasib di balai, dan semua pihak yang telah membantu dirinya hingga bisa bekerja.
“Saya tidak akan seperti ‘kacang lupa kulitnya’ melupakan para instruktur dan kawan-kawan di balai. Saya selalu ingat dan semoga apa yang telah diberikan selalu jadi motivasi agar bisa saling berbagi dengan sesama,” katanya.




