“Terlebih di masa pandemi seperti ini, kita harus senantiasa dalam kondisi sehat dan bugar. Saya yakin mengonsumsi beras organik ini mampu meningkatkan kesehatan dan vitalitas kita,” terang Bupati lagi.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Kortaja, Admansyah Lubis menjelaskan, harga beras organik Ortam-58 terus mengalami penyesuaian seiring dengan upaya pihaknya bersama petani produsen dan inspektur pengawas menekan biaya produksi. Adman mengatakan, pada saat pemasaran pertama, koperasi mematok harga Rp. 150 ribu per kemasan 5 kg. Saat ini, setelah penyesuaian dengan biaya produksi, harga Ortam-58 menjadi turun hingga 50 persen, menjadi hanya Rp. 75 ribu per kemasan 5 kg.
“Di awal produksi, kita memang memasarkannya dengan harga yang tinggi, Rp. 150 ribu per sak. Namun setelah dua kali panen, kita mampu menekan biaya produksi, jadi harga jual beras premium ini mengalami penyesuaian menjadi Rp. 75 ribu per sak,” tutur Adman.
Dalam beberapa waktu ke depan, Adman menjelaskan, pihaknya akan mendesain ulang kemasan dan berupaya untuk melakukan diversifikasi ukuran kemasan supaya produk dapat lebih diterima oleh pasar.




