Sementara Bupati SBB, Timotius Akerina menyampaikan menjelang perayaan Nataru dihadapkan dengan dua persoalan yakni sembako dan masalah lalu lintas serta Kamtibmas.
Seperti laporan disampaikan oleh Disperindag sebelumnya, bahwa bahan pokok yang mengalami kelangkaan adalah minyak goreng dan hal ini terjadi di seluruh Indonesia.
Terkait masalah lalu lintas diharapkan agar dilakukan penyekatan pada saat malam perayaan natal dan tahun baru guna mencegah terjadinya instabilitas Kamtibmas di Kabupaten SBB.
Selanjutnya itu kata Bupati, berkaitan dengan masalah vaksin saat ini telah mencapai 28 persen, maka terus dilakukan dengan mengharapkan sinergitas dari pihak TNI/Polri dan para tokoh agama.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Polres SBB yang telah mendatangkan tiga tenaga dokter dari Mabes Polri dalam rangka mempercepat program vaksinasi,” ucap Akerina.
Bupati juga mengakui, permasalahan Miras merupakan salah satu pemicu konflik, oleh karena itu perlu disikapi secara serius oleh seluruh stakeholder yang ada di Kabupaten Seram Bagian Barat.




