Saat ditemukan, kondisi tubuh korban sudah membengkak dan memutih, sehingga petugas lapangan kesulitan untuk identifikasi awal. Maka jenazah dibawa ke Bhayangkara untuk mencari identitasnya.
Slamet menerangkan, tim SAR gabungan dalam tim patroli dan penyelam itu, sempat mengalami kesulitan akibat cuaca ekstrim saat melakukan pencarian hingga proses evakuasi korban.
Kepala Seksi Layanan Informasi Bea dan Cukai Batam, Undani menambahkan, terkait dua orang yang diduga terlibat dalam penindakan oleh tim Patla KPU Batam masih dalam proses lebih lanjut.
Berbekal informasi, terhadap barang bukti sebuah pompong tanpa nama bermuatan rokok tanpa pita cukai merek H-Mind sebanyak 35 karton.
“Masih proses tahapan, nanti kami update lebih lanjut. Dua kru boat saat penindakan memang diketahui melompat ke laut saat tiba di perairan Pulau Abang untuk menghindari penangkapan petugas patroli Bea Cukai Batam,” paparnya.
Saat kejadian petugas langsung melakukan pencarian. Menurut laporan saat itu kondisi gelap dan gelombang laut cukup tingga karena pada saat kejadian dalam kondisi turun hujan. (Red/int)




