Tidak hanya tekanan psikologis karena
Pembelajaran jarak jauh (PJJ) sambung Al Haris, banyak guru mengalami tekanan ekonomi untuk memperjuangkan keluarga mereka agar bisa makan.
Sangat wajar jika dalam situasi ini banyak guru yang
termotivasi.
Menteri menyadari, bahwa pandemi tidak memadamkan semangat para guru, tapi justru menyalakan obor perubahan, sebab memiliki dasar inginnya perubahan. Guru se-Indonesia menginginkan kesempatan yang adil untuk mencapai kesejahteraan yang manusiawi.
“Guru se-Indonesia menginginkan akses terhadap teknologi dan pelatihan yang relevan dan praktis, menginginkan kurikulum yang sederhana dan bisa
mengakomodasi kemampuan dan bakat setiap murid yang berbeda-beda,” sebut Haris membacakan. (red)




