Sementara Ketua Majelis Seni Budaya Kota Singkawang, Mulyadi Qamal mengatakan, untuk kelulusan siswa SPN Polda Kalbar, 80 persen siswanya adalah berasal dari Papua Barat.
“Jadi sebelum mereka ditugaskan di lapangan, maka siswa SPN ini dikenalkan dengan adat budaya daerah yang ada di Kalbar,” katanya.
Sehingga sewaktu ditugaskan di masing-masing daerah di Kalbar, mereka tidak sewenang-wenang dalam bertugas, namun harus tahu juga dengan masing-masing karakter daerahnya.
“Kegiatan menghadirkan tiga nara sumber yang berasal dari etnis melayu yang diwakili Ketua MABM, Arnadi Arkan, etnis dayak yang diwakili Ketua DAD, Stepanus dan etnis tionghoa yang diwakili Ketua MABT, Budiman,” tambahnya.
Selain itu, pihaknya juga menghadirkan nara sumber dari pemerintah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Singkawang. (Miz)




