RT br Pasaribu kemudian meminta bantuan kepada tetangganya E Hutajulu untuk membongkar pintu rumahnya. Setelah terbuka, saksi langsung memeriksa rumah.
Betapa terkejutnya dia, melihat Sn Br Simorangkir terbaring di lantai dengan kondisi berlumuran. Dia semakin kaget ketika mendapati ibunya meninggal dunia di dalam kamar depan dengan posisi tubuh tergantung.
“Kami bongkar pintu rumahnya karena nggak bisa terbuka. Ketika terbuka di dalam sudah ada 2 orang meninggal dunia. Yang satu tergeletak di lantai dengan banyak darah dan orang tua RT Pasaribu, tergantung di dalam kamar depan rumahnya,” sebut warga.
Penemuan itu kemudian dilaporkan ke pihak berwajib hingga petugas Polsek Medan Sunggal bersama tim Inafis bersama kepala dusun setempat mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Plt Kapolsek Medan Sunggal AKP P Panjaitan melalui Kanit Reskrim AKP Budiman Simanjuntak mengakui adanya penemuan dua mayat wanita tersebut. Turut ditemukan satu batang broti dan sebilah pisau di dekat jasad Sn Br Simorangkir.




