“Saat mobil terguling saya hanya berkuku’ sambil melindungi kepala,” ungkapnya.
Saat kejadian, didalam mobil terdapat dua orang penumpang yang terdiri dari mayat dan keluarga korban.
“Untuk saya sendiri, Alhamdulilah tidak apa-apa, tapi kalau keluarga yang meninggal saya tidak tahu persis bagaimana kondisinya, karena sewaktu mobil sudah berhenti terguling saya langsung keluar dari dalam mobil,” jelasnya.
Namun sewaktu keluar dari mobil, dirinya sudah tidak melihat mobil yang sudah menabraknya itu.
“Perkiraan mobilnya lari ke arah Jalan Diponegoro,” tuturnya.
Karena sewaktu melintasi Jalan Diponegoro, ada pengendara lain yang melihat mobil Fortuner tersebut lewat dalam kondisi banper depan rusak.
“Selain itu, saya mendapat informasi di simpang Rusen, ada warga yang melihat mobil tersebut membawa penumpang yang cukup ramai dengan kecepatan cukup kencang,” ujarnya.
Dari kejadian itu, dia langsung menelpon anggota polisi untuk segera mengamankan kecelakaan dan memberitahukan salah satu mobil yang terlibat kecelakaan melarikan diri.




