“Waktu itu kan dilarang mudik oleh pemerintah. Makanya kita menunggu hampir satu bulan agar pernikahan bisa berlangsung,” sambungnya.
Baginya, menikahi seorang perempuan yang berasal dari negara lain adalah kegembiraan tersendiri.
Pasalnya, sejak lama selama petualangannya di Jakarta, ia telah lama menaruh hati pada bidang travel yang memungkinkan dia bertemu dengan banyak orang dari luar negeri.
“Aku adalah seorang pengacara yang kini tengah menggeluti bidang travelling. Jadi, pertemuan dengan orang luar negara kita memiliki peluang besar,” sambungnya.
Jadi, pertemuan mereka melalui aplikasi para travelling yang berlanjut hingga mengikat sebuah komitmen pada jenjang pernikahan.
“Awalnya kami bertemu pada sebuah aplikasi travelling. Aplikasi itu akan menghubungkan traveller A dengan B, negara A dan B. Kami bertemu dalam aplikasi itu sekitar bulan Januari atau Februari 2019,” sambungnya.
“Lalu kami janjian untuk bertemu di sebuah destinasi wisata Air Terjun di Bogor pada bulan Maret 2019. Kita sebelumnya hanya bertemu di aplikasi, dan pada saat itu di Bogor itu, kita bertemu dan berkenalan,” pungkasnya.




