Nusantara Netizen
18 Oktober 2026 | 10:55 WIB
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • INDEKS
  • TRENDING
  • PERISTIWA
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • LINGKUNGAN
  • INDEKS
  • TRENDING
  • PERISTIWA
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • LINGKUNGAN
No Result
View All Result
Nusantara Netizen
No Result
View All Result
  • INDEKS
  • TRENDING
  • PERISTIWA
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • LINGKUNGAN
Home ARTIKEL

Gelebak Dalam, Desa Sentra Padi yang Berjuang Mandiri

by Redaksi
25 Juni 2021 | 13:02 WIB
in ARTIKEL, NASIONAL
A A
0
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Nusantara Netizen – Banyuasin

Desa Gelebak Dalam di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, saat ini mengalami krisis air. Tapi desa ini bertekad menjadi desa mandiri atau di masa mendatang tidak lagi bergantung dengan dana desa. Bagaimana caranya?

Sebelum adanya perubahan bentang alam, Desa Gelebak Dalam, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, yang lokasinya berbatasan dengan Kota Palembang atau sekitar 15 menit dari Jakabaring Palembang, selama puluhan tahun dikenal sebagai penghasil beras. Para petaninya merupakan Suku Melayu dan Palembang.

Saat ini, jumlah warga desa sekitar 2.100 jiwa dari 552 kepala keluarga. Selain bertani sawah, mereka juga mencari ikan dan berkebun karet. Namun, sejak maraknya pengembangan perkebunan perusahaan, pembangunan infrastruktur seperti perumahan dan jalan, serta galian tanah, pertanian masyarakat terganggu. Populasi ikan juga menurun, sementara biaya hidup warga meningkat. Salah satu peningkatan biaya pada kebutuhan air bersih.

“Setiap bulan, sedikitnya Rp42 juta uang warga di desa ini dibelanjakan untuk air mineral dari Palembang. Ironi dan sangat tidak terbayangkan para tetua desa puluhan tahun lalu, saat air sungai masih jernih dan melimpah,” kata Hendri Sani, Kepala Desa Gelebak Dalam seperti di kutip dari Mongabay Indonesia.

Desa Gelebak Dalam, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, selama ini dikenal sebagai salah satu sentra padi.

Warga terpaksa membeli air mineral, sebab sepuluh tahun terakhir kualitas air Sungai Tilan dan Sungai Tengkabu, serta sumur tanah tidak layak konsumsi. Hanya digunakan untuk mandi dan mencuci.

Berbagai upaya dilakukan Hendri Sani yang baru empat tahun menjabat kepala desa untuk mendapatkan sumber air bersih. Dia pernah berencana menggunakan anggaran dana desa, tapi tidak mendapatkan dukungan perangkat desa. Biaya terlalu tinggi untuk mendatangkan teknologi pengelolaan air mineral.

“Alhamdulillah kami mendapat bantuan dari Korem 044 Garuda Dempo yaitu teknologi pengelolaan air bersih bernama Filter Air Nusantara. Dua pekan lalu,” jelas Hendri.

Air mineral yang dihasilkan dari teknologi ini tidak dibagikan gratis, dijual kepada warga Desa Gelebak Dalam. “Tapi harganya, jauh lebih murah dari air mineral yang didatangkan dari luar. Selain itu, hasil tes menunjukkan kualitasnya lebih baik dari air mineral yang beredar di pasaran. Terutama kandungan logamnya,” kata Hendri yang kemudian menujukkan hasil tes PH dan kandungan logam air mineral produknya.

Hasilnya, PH air mineral hasil teknologi Filter Air Nusantara kisaran 7-8, sementara air mineral lainnya sekitar 6-7,5. Kandungan logamnya juga cukup baik, jika air mineral kemasan yang dijual pasaran ppm-nya berkisar 40-an, sementara air mineralnya kisaran 3-4. Perbandingan ini pun ditunjukan Hendri dengan mengalirkan listrik ke kedua air mineral yang dimasukan ke gelas. Hasilnya, air mineral yang dijual di pasaran lebih keruh warnanya.

Air mineral yang diproduksi Desa Gelebak Dalam ini dijual ke warga sebesar Rp4.000 per galon. Sementara air mineral yang didatangkan dari Palembang harganya Rp5.000 per galon. Selain harganya lebih murah, kualitasnya lebih baik, juga air mineral dikelola Bumdes Maju Bersama 044, yang hasilnya digunakan sebagai sumber pembangunan desa.

“Harapan saya, ke depan Desa Gelebak Dalam mandiri membangun desanya atau tidak selalu tergantung dana desa,” ujar kepala desa yang tercatat sebagai mahasiswa di sebuah perguruan tinggi swasta di Palembang.

Anak-anak di Desa Gelebak Dalam setiap hari bermain tak jauh dari air, seperti menangkap ikan di persawahan. Foto: Nopri Ismi/Mongabay Indonesia

Bios 044 tingkatkan produksi padi

Sebelum mendapat bantuan teknologi Filter Air Nusantara, Desa Gelebak Dalam juga mendapatkan bantuan Bios 044 untuk menggantikan pupuk kimia yang selama ini digunakan warga untuk sawahnya.

“Dari uji coba terhadap satu hektar sawah, rata-rata hasil gabah setiap kali panen mengalami peningkatan sekitar 0,5 ton,” kata Hendri. Jika menggunakan pupuk kimia gabah padi yang dihasilkan sekitar 7 ton per hektar.

“Tahun ini kami berencana meningkatan luasan sawah yang ditebarkan Bios 044, dibantu Korem 044,” kata Hendri. Luasan sawah di Desa Gelebak Dalam sekitar 800 hektar. Pendapatan yang dihasilkan desa ini dari padi setahun dengan dua kali masa tanam berkisar 6.720 ton beras atau sekitar Rp55 miliar.

Satu persoalan terkait persawahan yang belum teratasi adalah irigasi. Saat ini, sebagian besar sawah masih bergantung air hujan. Sungai Tilan dan Sungai Tengkabu yang menjadi sumber air persawahan volumenya berkurang. “Kami lagi mencari teknologi hemat energi yang dapat memindahkan air ke persawahan,” katanya.

Apa keuntungan menggunakan Bios 044? “Pertama, hemat pupuk. Jika selama ini kami mengeluarkan satu juta Rupiah per hektar setiap masa tanam, biaya itu berkurang dengan Bios 044 yang gratis. Kedua, peningkatan produksi padi dan sawah terjamin kondisinya karena tidak tergantung pupuk kimia,” kata Fauzi Saleh yang sawahnya ditabur Bios 044.

“Kami sudah melihat hasil yang baik. Kami harap, sawah petani lain, seperti punya saya, ditabur Bios 044 untuk masa tanam mendatang,” kata Rusli, petani lainnya.

Sebelumnya, Kol Arh Sonny Septiono, Komandan Korem 044 Garuda Dempo saat bertemu sejumlah lembaga pemerintah dan NGO yang konsen pada lingkungan hidup di Sumatera Selatan, Senin [04/2/2019], mengatakan pihaknya akan menjalankan program Desa Sedulur. Program ini akan belajar dari apa yang dilakukan Desa Gelebak Dalam.

“Tujuannya, seperti makna sedulur yang artinya bersaudara. Maka, warga desa yang selama ini mengalami persoalan lingkungan hidup akan hidup makmur, aman, sehat, cerdas bersama, sehingga selamat dunia dan akhirat. Manusia yang unggul yang bertakwa. Semua pihak harus bekerja sama mewujudkan hal tersebut, mulai dari aparat pemerintah, masyarakat, NGO, seniman, ulama, akademisi, polri, dan TNI,” katanya.

Dr. Yenrizal Tarmizi yang bersama Mongabay Indonesia berkunjung ke Desa Gelebak Dalam mengatakan, ini membuktikan masyarakat desa dapat diajak hidup maju dan lebih baik. Kuncinya, setiap program yang dijalankan berdasarkan persoalan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat desa. Juga, menjadikan masyarakat desa sebagai pengelola sehingga merasakan dampak langsung, ekonomi dan sosial.

“Dengan bukti ini, alangkah baiknya berbagai program pemberdayaan masyarakat desa dalam skema apa pun, termasuk penyelamatan rawa gambut, dapat melibatkan TNI. TNI bukan hanya dilibatkan sebagai satgas, seperti kebakaran hutan dan lahan, juga dalam pembinaan atau pencegahan kerusakan dan kebakaran,” kata pakar komunikasi lingkungan dari UIN Raden Fatah Palembang.

Terkait pembentukan karakter generasi muda di desa, Yenrizal juga berharap penguatan masyarakat desa bukan sebatas ekonomi, juga nilai-nilai budaya lainnya. “Dibutuhkan sentuhan seni, agama, dan rasa kebangsaan,” tandasnya. (*)

Share1Tweet1SendShare
ADVERTISEMENT

Berita Terkait

NASIONAL

Rapat Paripurna Dalam Rangka Memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Ruangan Rapat DPRD OKI

20/08/2026

Kayuagung,Nusnet.news- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) Kabupaten Ogan Komering Ilir ( OKI ) Mendengar Pidato Kenegaraan Jum"at (17/8/2026)....

Read more
NASIONAL

Danrem 022/PT Dampingi Pangdam l/BB Kunjungan Kerja Ke Kodim 0207/Simalungun

19/08/2026

Simalungun, Nusnet.news- Danrem 022/Pantai Timur Kolonel Inf Sandi Kamidianto, S.I.P., M.I.P., dampingi Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa, melaksanakan...

Read more
NASIONAL

Danrem 022/PT Dampingi Pangdam I/BB Kunjungi Kodim 0203/Langkat, Tekankan Disiplin Prajurit dan Kemanunggalan TNI-Rakyat

31/07/2026

Binjai, Nusnet.news- Komandan Korem (Danrem) 022/Pantai Timur Kolonel Inf Sandi Kamidianto, S.I.P., M.I.P., mendampingi Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy...

Read more
ARTIKEL

Pimred Nusantara Netizen.News Ajak Publik Kokohkan Nilai Pancasila di Hari Lahirnya 1 Juni 2026

01/06/2026

Aceh, Nusnet.News–Menyambut Hari Lahir Pancasila, Minggu 1 Juni 2026, Pimpinan Redaksi Nusantara Netizen.id Wiwin Hendra mengajak seluruh anak bangsa mengamalkan...

Read more

Berita Terbaru

TNI

Pasutri di Dusun Wonosari Gembira Sambut Hangat Satgas TMMD ke-130 Kodim 0209/Labuhanbatu

17 Oktober 2026 | 22:32 WIB
OLAHRAGA

Difasilitasi KONI Labuhanbatu, Atlit Tenis meja Labuhanbatu siap Tempur di Ajang Porovpsu

17 Oktober 2026 | 22:02 WIB
Berita

Kapolres Labuhanbatu Pimpin Langsung Operasi Sarang Narkoba, Dua Pria Diamankan Bersama 20,36 Gram Sabu

17 Oktober 2026 | 21:59 WIB
Labuhanbatu

Difasilitasi KONI Labuhanbatu, Atlit Tenis meja Labuhanbatu Siap Tempur di Ajang Porovpsu

17 Oktober 2026 | 21:50 WIB
Labuhanbatu

KONI Labuhanbatu Matangkan Persiapan, 176 Atlet Siap Berlaga di Porprovsu 2026

17 Oktober 2026 | 20:06 WIB
Labuhanbatu

Kapolres Labuhanbatu Pimpin Langsung Operasi Sarang Narkoba, Dua Pria Diamankan Bersama 20,36 Gram Sabu

17 Oktober 2026 | 20:04 WIB
TNI

Persiapkan Penampungan Air, Satgas TMMD ke-130 Pasang Tandon di Dusun Kandang Motor

17 Oktober 2026 | 09:36 WIB
TNI

TMMD ke-130 Kodim 0209/Labuhanbatu Bangun Hunian Layak bagi Dorima Marbun di Aek Batu

17 Oktober 2026 | 09:25 WIB
TNI

Wujudkan Senyum Tukirin, Satgas TMMD ke-130 Bantu Rumah Layak Huni dan Administrasi Kependudukan

17 Oktober 2026 | 09:16 WIB
TNI

Gotong Royong TNI dan Masyarakat, Pengecatan MCK Gereja GKPI Cikampak Terus Berlanjut

16 Oktober 2026 | 21:04 WIB
TNI

Antrean Padat Warnai Pengobatan Gratis TMMD ke-130, Tenaga Medis Tetap Sigap Layani Warga

16 Oktober 2026 | 17:04 WIB
TNI

Bentuk Kepedulian, Dansatgas Letkol Kav Hanung Kaptiaji Bangun MCK Gereja GKPI Lewat TMMD Ke-130 di Torgamba

16 Oktober 2026 | 14:11 WIB

barak barak barak barak barak barak

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Karir
  • Kode Etik
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • SOP Wartawan

©2021-2024 Nusnet.news

rotasi barak berita hari ini danau tobaberita

No Result
View All Result
  • INDEKS
  • TRENDING
  • PERISTIWA
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • LINGKUNGAN

©2021-2024 Nusnet.news

rotasi barak berita hari ini danau tobaberita