Semangat personel Satgas TMMD pun tak kalah kokoh dari pondasi yang sedang mereka bangun. Meski rasa letih dan lelah menyertai pekerjaan, tekad untuk membantu masyarakat tidak mudah goyah. Para prajurit terus mengaduk, mengangkut, dan meratakan semen demi memastikan setiap bagian pondasi terpasang dengan baik. Keringat yang menetes menjadi saksi pengabdian, sementara rangkaian besi beton yang tertanam dalam cor menjadi gambaran keteguhan mereka. Bagi Satgas TMMD, pekerjaan ini bukan hanya tentang membangun rumah, tetapi juga menghadirkan kepedulian dan membuktikan bahwa kemanunggalan TNI dengan rakyat tumbuh melalui tindakan nyata.
Dengan mata penuh haru, Bapak Suroto mengungkapkan rasa syukur atas pembangunan rumahnya yang kini mulai memiliki pondasi. “Selama ini rumah kami tidak menggunakan pondasi yang kuat. Sekarang, berkat bantuan Bapak-Bapak TNI, rumah kami mulai dibangun dari bawah agar lebih kokoh. Saya berharap pondasi rumah ini nantinya sekuat harapan saya untuk bisa tinggal dengan aman dan nyaman bersama keluarga. Rumah yang dahulu rapuh, insyaallah akan segera berdiri kokoh. Terima kasih kepada Satgas TMMD yang telah membantu kami dengan penuh semangat dan keikhlasan. Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan Bapak-Bapak TNI,” tuturnya penuh haru. Bagi Suroto, yang sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas merawat bibit milik warga setempat, termasuk Pak Paring, pembangunan ini merupakan harapan besar yang sebelumnya sulit ia wujudkan sendiri.




