Forum koordinasi ini mematangkan pemetaan kawasan rawan genangan, penetapan jalur evakuasi darurat, penyiapan posko pengungsian, hingga kesiapan alokasi sarana prasarana logistik penanggulangan bencana. Hasil sinkronisasi dokumen rencana kontinjensi ini disusun secara komprehensif agar dapat diaktifkan secara cepat, tepat, dan terukur sewaktu-waktu terjadi peningkatan debit air sungai di wilayah Labuhanbatu Utara.
Dalam penyampaiannya di hadapan seluruh elemen penanggulangan bencana, Mayor Inf S.H. Tanjung menekankan pentingnya responsibilitas dan koordinasi tanpa sekat di lapangan. Kasdim menegaskan bahwa kunci utama mitigasi bencana terletak pada kesiapan skenario sebelum bencana terjadi, sehingga seluruh instansi memiliki pembagian peran yang jelas demi meminimalkan dampaknya terhadap masyarakat.
Sementara itu, Komandan Kodim 0209/Labuhanbatu Letkol Kav Hanung Kaptiaji, S.Sos., M.I.P. mengapresiasi keaktifan seluruh pihak dalam menyusun mitigasi bencana daerah. “Penyusunan Rencana Kontinjensi ini merupakan langkah krusial dalam memperkuat kesiapsiagaan kita bersama. Kodim 0209/LB beserta jajaran Koramil dan Babinsa siap diterjunkan kapan saja untuk berkolaborasi dengan Pemkab Labura, Polri, dan relawan guna memastikan penanganan tanggap darurat berjalan cepat, humanis, dan tepat sasaran demi keselamatan seluruh warga Labuhanbatu Utara,” tegas Dandim.(admin)




