“Akibat kejadian tersebut, berdasarkan data yang kami terima ada 2 (dua) korban anak pramuka meninggal dunia dan 16 (enam belas) orang mengalami luka – luka dan sekarang masih berada di rumah sakit terdekat dan di sebagian dilarikan di RSUD Rantauprapat. Jadi total korban seluruh nya ada 18 orang,” kata Pjs Bupati.
Pjs Bupati secara tegas menyampaikan bahwasanya kegiatan perkemahan pramuka itu dibubarkan.
“Saya tegaskan tak adalagi kegiatan disini, semuanya harus sudah pulang kerumah masing – masing dan tak adalagi yang berada di lokasi, baik itu parah anak – anak pramuka maupun para pedagang. Tempat ini harus sudah kosong” tegasnya.
Dikatakan Pjs Bupati, kejadian ini menjadi perhatian kami dari Forkopimda, semoga kejadian ini tidak terulang lagi kedepannya dan ini kejadian yang tidak kita inginkan, Ini adalah musibah.
“Untuk itu kita berdoa bagi keluarga yang terkena musibah agar sabar dan tabah, sedangkan dirawat semoga diberikan kesehatan agar cepat sembuh” ujarnya.
Usai meninjau lokasi kejadian, Pjs Bupati dan rombongan bergerak ke Rumah Sakit Sri Pamela yang berada di Aek Nabara dan RSUD Rantauprapat untuk melihat kondisi terkini para korban. Ia pun memberikan semangat dan doa untuk kesembuhan kepada para korban.




