“Kami merawat anak kami dengan obat-obatan seadanya karena tidak punya biaya untuk membawa dia ke rumah sakit,” lanjut Mahathair.
Insiden kekerasan ini semakin menambah keresahan masyarakat sekitar, terutama orangtua yang khawatir dengan keselamatan anak-anak mereka saat beraktivitas di luar rumah.
Kejadian serupa dinilai bukan kali pertama terjadi di wilayah tersebut, namun kali ini dampaknya begitu parah hingga menyebabkan korban mengalami trauma berat.
Pihak keluarga korban sangat berharap agar pihak kepolisian segera menangkap para pelaku dan memberikan rasa aman kepada warga sekitar.
“Kami memohon kepada pihak berwenang agar menangkap para pelaku. Anak saya sekarang ketakutan dan trauma untuk pergi ke sekolah karena khawatir geng motor itu akan berbuat hal yang sama lagi,” ujar Mahathair dengan harap-harap cemas.
Hingga saat ini, polisi telah menerima laporan terkait insiden tersebut dan tengah melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi para pelaku. Masyarakat setempat berharap agar aparat kepolisian bertindak cepat untuk menghentikan aksi-aksi brutal yang sering kali dilakukan oleh geng motor di wilayah tersebut, sehingga insiden serupa tidak terulang lagi. (Red)




