Maike Ritonga perwakilan Dinas Pariwisata Sumatera Utara dalam pemaparannya mengatakan kita harus bersinergi untuk memperbaiki status Kartu kuning atau warning yang dialamatkan ke Danau Toba. “Sinergi semua pihak diharapkan akan merubah status Global Geopark Danau Toba Menjadi Green Card atau baik” jelasnya.
Sedangkan pemateri lainnya Ahmad Hadian anggota DPRD Sumatera Utara mengajak para peserta FGD yang hadir untuk menjadikan yellow card ini kita sebagai penyemangat untuk terus berbenah. Kalau kita kelola dengan sangat baik pariwisata ini khususnya Danau Toba maka APBD kita akan lebih besar daripada yang ada sekarang hanya 14 triliun lalu Ahmad Hadian mencontohkan Provinsi Jawa Barat dan Bali yang sumber pemasukan APBD terbesarnya berasal dari sektor pariwisata.

Pembicara lainnya Onrizal akademisi dari USU mengatakan Global Geopark Danau Toba dalam pengeloalannya harus holistik atau menyeluruh. Lalu Onrizal membandingkan pengelolaan global geopark Danau Toba dengan Global Geopark Langkawi, Malaysia yang sudah mampu membuat masyarakatnya sejahtera ungkapnya.




