Masyarakat sangat kecewa dengan tidak munculnya Pj. Kepala Desa menjumpai mereka. Salah satu masyarakat bahkan mengatakan seharusnya Pj. Kepala Desa yang kita beri SP (Surat Peringatan). “Kami masyarakat sangat kecewa karena Pj. Kepala Desa tidak bisa kami jumpai. Kalau begini, Pj Kades saja yang kita kasih SP” ucap Rahmad Budiono. Kamis 27/10/2022.
Awak media memcoba konfirmasi langsung ke Pj Kepala Desa Mandalasena melalui pesan whatsapp, sampai berita ini dirilis pesan yang dikirim hanya centang satu dan tidak didapat konfirmasi yang diharapkan.
Sementara salah satu anggota BPD Desa Mandalasen Prayetno, Amd mengatakan “ada indikasi Pj Kades menghindar bertemu masyarakat. Hal ini yang sangat mengkhawatirkan karena bisa memperbesar bibit-bibit konflik sehingga berpeluang terjadinya konflik masyarakat. Ini betul-betul membuat situasi semakin panas karena kekecewaan masyarakat”.
Berdasarkan pernyataan Prayetno, diduga saat ini telah terjadi gesekan individu maupun kelompok yang dapat memicu konflik akibat dikeluarkannya SP oleh Pj Kades Mandalasena kepada 14 orang perangkat desa yang berujung pada pemecatan satu orang perangkat desa. Hal ini sangat bertentangan dengan program TNI-AD terkait pencegahan konflik sosial masyarakat yang dilaksanakan TNI-AD melalui BINKOM (Pembinaan Komunikasi) di seluruh Kodim se Indonesia.(Ok lubis).




