Selain itu, tokoh agama dari Kabupaten Labuhanbatu Utara juga berpartisipasi, antara lain Ketua MUI Labura, Kakan Kemenag, Ketua FKUB, perwakilan Muhammadiyah, NU, Al Washliyah, DMI, serta Ketua PGI. Partisipasi dua kabupaten sekaligus menegaskan nilai kebersamaan dalam memohon perlindungan Tuhan Yang Maha Esa.
Acara dibuka oleh protokol dan dilanjutkan dengan makan bersama sebagai bentuk keakraban antar peserta. Setelah itu, Wakapolres Labuhanbatu Kompol H. Matondang, S.H., M.H., menyampaikan sambutan yang menekankan pentingnya doa bersama sebagai upaya memohon keselamatan bagi wilayah Labuhanbatu dan Labuhanbatu Utara. Beliau juga mengajak seluruh masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan terhadap kemungkinan terjadinya bencana alam.
Dalam kesempatan tersebut, Polres Labuhanbatu menyerahkan tali asih kepada anak yatim sebagai wujud nyata kepedulian sosial. Santunan tersebut diberikan langsung oleh Wakapolres, disambut hangat oleh para undangan dan para tokoh agama.
Sesi doa bersama dipimpin secara bergantian oleh tokoh dari tiga agama, yaitu doa Islam oleh H. Hamid Zahid Hasibuan, doa Kristen oleh Pdt. Benny Hutagalung, S.Th, dan doa Buddha oleh Fie Kim. Ketiga doa tersebut menjadi simbol kerukunan dan persatuan dalam memohon perlindungan bagi masyarakat dua kabupaten.




